Roh Kudus Pada Zaman Akhir
“dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.” (Isa. 30:21, NKJV).
Sabat | Minggu | Senin |
Selasa | Rabu | Kamis |
Jumat
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Sabat 17 Juni “Ketahuilah, Aku Menyertai Kamu Senantiasa” PENDAHULUAN Matt. 28:20; Yohn 16:7 Pernahkan anda sendirian pada tempat yang asing dan tiba-tiba menyadari anda tersesat? Hal ini terjadi pada hampir semua orang, saya menduga, dan ini terjadi padaku lebih dari sekali. Apakah pada siang apalagi malam hari, amat mudah menjadi bingung dan bahkan ketakutan. Pada salah satu atau dua kejadian itu, saya beruntung menemukan seseorang yang mau menolongku mencari jalan pulang kembali. Mungkin salah satu dari orang itu adalah benar-benar malaikat—suruhan Tuhan yang dikirim untuk menuntun jalanku. Ada kalanya, bagaimanapun, waktu aku tersesat, bahkan walaupun sekelilingku benar-benar kukenal. Ini dapat terjadi di rumah, di tempat kerja, bahkan di gereja. Ini adalah situasi yang memerlukan responku tetapi aku tidak tahu mesti berbuat apa. Mungkin itu adalah masa tegang yang perlu dilepaskan, atau keputusan sulit yang mesti dibuat—dan mesti dibuat sekarang juga. Mungkin seseorang telah menantang imanku. Kenapa saya mempercayai apa yang saya percayai? Atau mungkin juga krisis bagi orang lain, seseorang yang memerlukan kata-kata penghiburan atau dorongan yang tepat. Dari mana jawaban yang tepat itu datang? Bagaimana saya tahu mengatakan yang terbaik pada setiap situasi, pada saat saya juga lemah? Yesus berjanji, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Tapi bagaimana caranya? Orang Kristen percaya itu adalah melalui kehadiran dan kuasa Roh Kudus seperti yang juga dijanjikan Yesus: “jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7). Penasehat itu adalah Roh Kudus. Dia adalah janji Pribadi Yesus untuk menolong pada akhir zaman ini. Berbeda dari agama atau sistem kepercayaan lain dalam sejarah, KeKristenan—iman yang benar-benar berdasarkan Alkitab—mengajarkan Allah akan bersama kita untuk menolong kita membuat keputusan dan melakukan yang terbaik, jika kita meminta dan mendengar. Pada masa-masa krisis dan penuh tantangan, kita dapat berharap Allah akan menawarkan suatu “bunyi suara lembut.” (1 Raja 19:12) dorongan dan arahan jika perlu mendengarnya. Saya telah mengalami ini beberapa kali dalam hidupku. Allah, Roh Kudus, telah memberikanku jawaban yang tepat pada waktu yang tepat, dan saya telah berhasil menolong dan mendorong orang lain dengan kata-kata yang tidak saya punyai—tetapi diberikan Allah. Sewaktu konflik akhir zaman mendekati akhir, kita tidak perlu takut: Seperti pelajaran yang ditunjukkan dalam penuntun Pelajaran Alkitab, Roh Kudus akan bersama dengan kita, dan dengan Dia kita takkan sendirian.
KUTIPAN: Dari mana jawaban yang tepat itu datang?
Mark A. Kellner, Rockville, Maryland
Minggu 18 Juni Kau Tak Sendirian LOGOS (FIRMAN) Yoel 2:28, 29; Yohn 1:9; Kisah 2:14–24; 3:19, 20; Yakobus 5:7; Wahyu. 14:6–16; 18:1–5
Janji Allah (Yoel 2:28, 29) Yoel hidup pada zaman bala belalang. Serbuan serombongan belalang dapat menghancurkan panenan dalam beberapa menit saja, yang kelaparan dan bala. Dia mengatakan kepada orang Israel bahwa belalang ada karena mereka telah berpaling dari Allah. Dia memperingatkan mereka jika mereka tidak berobah, bukan hanya belalang tetapi pasukan tentara musuh yang akan menyerbu. Hal yang sama dapat terjadi kepada kita. Kebiasaan dan gaya hidup yang salah atau pengaruh yang salah dari teman yang tidak baik akan sama jahatnya dengan serangan bala belalang. Tetapi Yoel menunjukkan bahwa tidak pernal terlambat untuk berbalik. Dia mengatakan bahwa Allah maha kasih, welas asih, dan penuh perhatian (Yoel 2:13). Yoel pada hampir seluruh bukunya menyatakan bahwa Allah rela untuk menyelamatkan umatnya. Dalam konteks inilah Allah menjanjikan bantuan ekstra, mencurahkan RohNya kepada semua orang. Perhatikan janji itu termasuk tua dan muda, pria dan wanita—bahkan sampai ketingkatan masyarakat terbawah. Dengan menerima pemberian ini kita akan mampu bertempur melawan serangan ”belalang” dunia ini dan menolong orang lain dari kelaparan rohani. Hal ini amat penting karena Yoel 2:29 menubuatkannya jauh melampaui zaman Israel dan menerapkannya untuk zaman akhir ini. Janji Roh Kudus menjadi kenyataan saat ini!
Mempersiapkan Kedatangan Roh Kudus (Kisah 2:14–24; 3:19, 20; 4:12) Agak aneh murid Yesus dituduh sedang mabuk pada waktu mereka sebenarnya sedang dipenuhi oleh Roh. Tentu saja jelas ada suatu kegembiraan luar biasa dan getaran dalam kehidupan mereka pada waktu mereka mendapatkan gambaran bagaimana Allah dapat menggunakan mereka. Tetapi perhatikan terdapat beberapa langkah serius yang dilakukan yang menuntun mereka kepada kesukaan dan entusiasme Pentakosta. Mereka bersungguh-sungguh berdoa (Kisah 1:14) dan bersatu dalam tujuan. Dari situ mereka mengkhotbahkan pertobatan (Kisah 3:19,20) dan percaya Roh Kristus akan menguatkan kehidupan mereka. Sebagai akibatnya, Roh Kudus memenuhi kehidupan mereka dan mereka bersaksi dengan penuh kuasa dan berotoritas. Roh Kudus memeberikan mereka keberanian untuk berdiri teguh untuk Yesus bahkan didepan mereka, yang beberapa minggu sebelumnya, telah membunuh Yesus (Kisah 4:12).
Pelajaran Berkebun yang Lebih Banyak (Yakobus 5:7) Amat mudah untuk melihat bagaimana orang lain dituntun Allah. Kita dapat lihat para pioner Adventist, Ellen dan James Withe, J.N. Andrews, and yang lainnya, dan terkagum-kagum melihat bagaimana Allah telah menggunakan mereka. Kita juga dapat melihat para pengkhotbah dan pemimpin masa kini yang kita kagumi dan bertanya-tanya kenapa kita tidak mempunyai kuasa yang sama dalam kehidupan kita. Ini dapat melemahkan. Kita perlu mengingat bahwa Allah memberikan karunia yang berbeda bagi setiap orang (lihat pelajaran 7) dan Dia memberikan pada waktu yang berbeda sesuai dengan keperluan. Hal inilah yang membuat Yakobus menghimbau akan kesabaran kita. Dia menggunakan ilustrasi tentang berkebun. Di Palestina terdapat dua periode musim hujan. Yang pertama datang pada musim gugur dan membantu benih berkecambah. Yang kedua datang pada musim semi dan memberikan air yang diperlukan untuk tanaman menjadi tua. Petani memerlukan kesabaran. Dia hanya dapat berharap dan berdoa untuk hujan. Bagaimanapun pada waktu panen menghampiri, dia akan bersorak. Sementara kita dapat bersorak dalam melihat pekerjaan Allah dibagian lain dari duni ini, kita semestinya perlu mempersiapkan diri untuk hujan musim gugur dan semi yang telah dijanjikan Allah akan datang kedalam kehidupan dan masyarakat sekitar kita.
Dikuatkan oleh Roh (Wahyu. 14:6–16; 18:1–5) Wahyu 14:6-16 menunjukkan bahwa kita hidupa pada masa yang amat genting. Pekabaran akhir dari keselamatan adalah untuk setiap bangsa, kaum, bahasa, dan suku. Ini merupakan suatu pekabaran inklusif. Pada zaman akhir dunia ini, kita dipanggil untuk menyembah Allah pencipta dan menantang kita untuk berpaling dari penyembahan yang salah; apakahi itu keagamaan yang berpura-pura ataupun sekularisme. Ayat-ayat ini memberikan janji yang amat berkuasa bagi orang yang tetap setia kepada Yesus, tetapi juga memperingatkan Setan dan para pengikutnya untuk bekerja lebih keras lagi memaksakan kehendaknya kepada kita. Tekanan dari masyarakat sekitar atau apatisme dapat dengan mudah sekali membuat kita kehilangan kehidpan kekal. Tidak ada waktu yang paling tepat untuk janji Yoel selain saat ini. Kita mesti menyadari bahwa ada “roh lain” yang akan selalu mencoba menarik kita menjauh dari perbaktian yang benar. Wahyu 18:1-3 menggambarkannya dalam bahasa yang ekstrim. Sama seperti Israel dalam zaman Perjanjian Lama (Wahyu 2:14), amat mudah sekali dibujuk rayu oleh perbaktian yang salah dan jadinya mengizinkan roh jahat daripada Roh Allah mempengaruhi kehidupan kita. Karena itulah malaikat itu berseru dengan suara yang jernih dan kuat memanggil “keluarlah dari sana, umatku”. Bacalah Mikha 6:6-8 dan pantulkan bagaimana Roh Kudus dapat menuntun kepada perbaktian yang benar.
REAKSI 1 Dalam cara praktis apa saya dapat melihat Allah mencurahkan Roh Kudusnya kedalam kehidupan dan masyarakatku? 2 Piliha apa yang perlu saya lakukan dalam hidup ini agar Roh Kudus dapat lebih menggunakanku? 3. Bagaiaman saya dapat membedakan antara perbaktian yang benar dan salah?
KUTIPAN: Agak aneh murid Yesus dituduh sedang mabuk
Victor Hulbert, Bracknell, England
Senin 19 Juni Surat Untuk Anakku KESAKSIAN Yakobus 5:7, 8
Dunia ini berakhir, dan datanglah suatu waktu perjuangan, stress, pencobaan, dan kesulitan yang akan mencobai jiwamu. Orang-orang akan berseru untuk damai, kenyamana, dan kepastian akan seorang Juruselamat—dan akan bergantung kepadamu untuk memperlihatkan punyamu. Orang-orang akan berteriak, berkelahi, membohongi, menipu, dan melanggar hukum yang paling dihormati mencari-cari kambing hitam untuk kesakitan mereka—dan akan membutuhkan engkau untuk menunjukkannya. Orang-orang akan menyangkal Allah, menggantikan Dia dengan segala bentuk teologi yang baru muncul dan kekafiran yang diperbaharui, menghadirkan illah-illah baru dan meruntuhkan yang Benar—dan akan bergantung kepadamu untuk membantu mereka. Apa yang akan anda lakukan?
Hal-hal berikut amat saya rekomendasikan: 1. Baca Alkitabmu setiap hari. Pada waktu anda meluangkan waktu membacanya, anda berjalan dengan Allah. Ambil waktu untuk menimbang-nimbang apa yang telah anda baca, karena dalam menimbang-nimbang pengenalan menyeluruha akan sorga dilahirkan. 2. Berdoalah lebih sering. Berdoalah bukan hanya pada waktu kebaktian tetapi pada waktu anda bekerja, pada waktu bermain, pada waktu anda memerlukan intervensi khusus, dan pada waktu anda tidak memerlukan apapun. Berdoalah kepada Juruselamatmu terus menerus dan Dia akan merespon kepada jiwamu terus menerus—karna waktunya akan datang anda memerlukannya. Pada waktu anda melakukan hal ini, Roh Kudus akan datang membawa damai dan menuntunmu kepada orang lain yang berjuang untuk mencariNya. Jangan kuatir akan respon pada waktu anda dikonfontasi, tetapi ingatlah kata-kata dalam Lukas 12:11, 12: ”Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” Dan akhirnya, saya berikan kepada anda kata-kata bijak dari perempuan yang diinspirasikan Allah untuk menuntun kita pada zaman akhir: “Kita tidak akan membuat kurang tenar kebenaran khusus yang telah memisahkan kita dari dunia, dan membuat kita apa adanya, karena itu akan mengisi kita dengan ketertarikan kekal. Allah telah memberikan kepada kita terang tentang hal-hal yang sekarang sedang terjadi, dan dengan pena dan suara untuk memproklamirkan kebenaran kepada dunia. Tetapi kehidupan Kristus dalam jiwa kita, adalah prinsip aktif dari kasih yang dipancarkan oleh Roh Kudus, yang satu-satunya akan membuat kata-kata kita berbuah. Kasih Kristus adalah kuasa dan tenaga dari setiap pekabaran Illahi yang keluar dari mulut manusia.”*
*Reflecting Christ, p. 216.
KUTIPAN: Jangan kuatir akan respon pada waktu anda dikonfontasi
Kregg Miller, Modesto, California
Selasa 20 Juni Bumbu Yang Salah BUKTI Yoh. 5:39
Kata-kata Yesus dalam Yohanes 5:39 menyarankan ada lebih banyak lagi jalan-jalan Illahi daripada gerakan-gerakan kerohanian, yaitu, menghapal Alkitab. Orang Parisi ahli dalam hal ini dan seringkali menghafal seluruh buku Alkitab! Hebat sekali? Ya, tetapi menurut Ysus, ini bukanlah tiket ke sorga. Yesus mengingatkan hadirin kebaktiannya bahwa Dia memberikan hidup kekal; hal ini bukanlah sesuatu yang dicari. Ini adalah hubungan dengan Dia yang menyelamatkan. Jadi, apakah resep orang yang taat beragama ini melewati gelora sorgawi mereka. Dalam Yohanes 16:7, Kristus Yesus mengarahkan kepada murida tentang Penghibur dan mengatakan kepada muridNya bahwa ini adalah demi kebaikan mereka Dia pergi! Yesus mengenal kuasa dan daya dari pemberian Roh Kudus. Sepanjang Perjanjian Baru kita melihat bahwa perangan Roh Kudus adalah menuntun kita kepada sumber kebenaran yaitu Yesus. Dia sekarang mewakili suatu transisis dalam hubungan Allah dengan kemanusiaan dari Allah dengan kita kepada Allah (Yohanes 14:17). Kemudian kenapa orang yang amat taat beragama tidak mendapatakan keselamatan! Bahaya dari agama adalah itu dapat menjadi agama yang jelek. Fenomena ini terjadi bila suatu agama mengembangkan suatu sistem dan program yang sedemikian rincinya sehingga tidak memberikan ruang bagi Roh untuk masuk dan memberi pengaruh. Dalam buki Kisah Para Rasul, para murid dengan keinginan tinggi mengadakan rapat, dan menyimpulkan bahwa Yudas mesti digantikan. Suatu doa, dan, diusulkan dalam doanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,” (Kisah 1:24). Allah faktanya memilih pelanjut Yudas, tetapi bukannya dari dua pilihan yang diberikan komite ini. Pelajaran ini juga berlaku bagi kita: memberikan ruang bagi Allah untuk bekerja, melalui Roh, dalam jalan yang tidak dapat kita lihat. Kita dapat mencapai ini melalui dosis harian Firman Allah. "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Mat. 4:4). Agama apapun yang tidak mengarahkan kepada hubungan kepada Kristus yang benar adalah agama yang jahat. Roh Kudus merupakan hal yang vital dalam keselamatan kita, tetapi banyak orang Kristen tidak mengerti peranNya, dan seringkali pemberianNya ini disalah gunakan. Kristus mengundang kita untuk mencari Dia di dalam Alkitab. Dialah Jalan, Kebenaran, dan Hidup! Tidak ada orang yang akan sampai ke sorga tanpa Dia. Selagi kita mencari Firman Allah setiap hari, marilah kita dengan penuh doa membukakan hati kita untuk menerima PemberianNya, Roh Kudus. Marilah kita buka hati kita kepada tuntunanNya dan tidang menyimpan Roh sebagai prasangka keagamaan.
KUTIPAN: bukannya dari dua pilihan yang diberikan komite ini
Skip J. Kerekes, San Gabriel, California
Rabu 21 Juni Pemindah Kuasa Yang Luar Biasa BAGAIMANA Yoel 2:28, 29; Zach. 4:6; Kisah 2:14–24; 3:19, 20
Apakah anda rindu dan sangat bersemangat bersama Kristus dan membagikannya kepada orang lain? Apakah anda rindu untuk penuh dengan semangat melalui pelajaran Alkitab, pergi ke gereja, perseketuan? Mungkin ini tidak akan terjadi untuk beberapa saat, tetapi jika engkau seperti saya, ini akan segera padam. Kenapa? Karena kita bergantung kepada diri sendiri dan orang lain, dan tidak kepada Roh Kudus untuk memberi kita semangat—dan menjaganya disana! Jika kita merasa mempunyai semua jawaban dan kuasa untuk melakukannya dengan kuasa kita, kit menipu diri sendiri. Sampai kita melakukan perpindahan kuasa dari diri kita sendiri kepada Roh Kudus, kita akan berkelana dalam padang pasir kehidupan. Kasih Allah bagi kita adalah hal yang pasti, tetapi Dia akan membiarkan kita berkelana sampai kita menyadari kebutuhan kita akan Dia dan mengundang Roh bekerja dalam kehidupan harian kita. Hanya dengan itulah kita dapat benar-benar menghidupkan suatu kehidupan yang menang dalam Kristus gantinya menghidupkan suatu kehidupan yang tidak mempunyai kuasa, dan menghasilkan kekalahan. Kuasa Kebenaran yang sama yang membuat Daud menyerahkan hatinya kepada Allah, memberikan Ester keberanian untuk berdiri bagi umatNya. Dan Yesus, dengan kuasa untuk melakukan keinginan Bapa, siap untuk memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan! Kuasanya kuat pada saat ini sama seperti ribuan tahun yang lalu. Tidak ada alasan untuk menjadi lemah dalam kehidupan Kristen jika kita dapat menjadi kuat dalam kuasa Roh. Pertimbangkan hal-hal berikut. Pintalah Allah untuk menolongmu untuk menerapkannya dalam hidupmu hari ini dan lihatlah kuasa Roh akan membuat hatimu berapi-api!
1 Kenalilah bahwa Roh Kudus hidup, bekerja, tertarik, dan ikut campur dan bahwa Dia mengasihimu! (Ayub 19:25; Efe. 3:19) 2 Imani apa yang dikatakan Alkitab tentang Roh Kudus. JanjiNya benar dan dapat diandalkan. FirmanNya datang langsung dari Allah melalui Roh Kudus (Yoh. 20:31; Kisah 2:17; 2Pet 1:21). 3 Percaya dalam fakta bahwa Allah bermaksud dengan apa yang Dia katakan dan akan melakukan apa yang Dia janjikan! Dia bekerja atas namamu melalui Roh Kudus—untuk membangun anda bersama dengan Dia dan membawa kemuliaan dan kehormatan bagai NamaNya! Datanglah kepada Tuhan—Dia dapat dipercaya! (Zakh. 4:6; Kisah 3:19, 20; Rom 8:6,9) 4 Bergantung padanya 24 jam 7 hari seminggu; 365 hari setahun! Berseru kepadaNya dalam segala hal! Bergantunglah padaNya setiap waktu. Allah siap mencurahkan Roh Kudusnya kepada semua orang; dan itu termasuk anda! (Kel. 14:13, 14; Maz. 40:1-3; Yoel 2:28, 29; Kisah 2:14-24; Roma. 8:5)
KUTIPAN: Kita Menipu diri sendiri.
Susie Taylor Kerekes, San Gabriel, California
Kamis 22 Juni Bell Bubaran PENDAPAT Yes. 30:21; Yakobus 5:7
Lonceng bubaran berbunyi. Sepuluh murid masih lengket di kursinya, mereka ada disana karena nilai “D” atau “F” yang menyala dari raport mereka. Dan kemudian dipertengahan pertemuan sekali seminggu mereka untuk murid dengan percobaan, guru matematika memasuki ruangan dan meminta perhatian mereka. “Kami perlu berbicara dengan Julie sebelum pulang,” dia berbisik. “Ini serius.” Julie mempunyai hari yang tidak bagus hari ini. Pagi ini guru yang lain telah menyuruhnya pergi ke kantor sekolah untuk menghapus pelapis mata warna hitam dan kutek kuku warna hitam menyala. Dia sudah sampai dititik ujungnya, pikirku, saya menghadapi yang terjelek. Pada waktu klas berakhir, dan semua murid telah pulang kecuali Julie, kami berjalan dengan membisu ke kantorku. Apa yang terjadi berikutnya adalah masalah disiplin sekolah, tetapi dengan ketua yang baru, Roh Kudus. Julie tampak gugup, matanya terpaku ke gurunya. Dari pengalamanku, dan dari yang kutahu tentang Julie, saya membayangkan dua kemungkinan. Apakah Julie akan mengaku akan pilihannya yang salah dan mulai melakukan 3R (menerima reponsibel=tanggung jawab, regret=penyesalan, dan melakukan Repair=perbaikan), or bergantung kepada keparahan situasi, dia akan diarahkan ke komite disiplin atau akibat yang lebih parah lagi adalah dikeluarkan dari sekolah. Tetapi sesuatu yang berbeda terjadi. Gurunya dengan tenannya, tetapi penuh dengan emosi, berkata, “katakan kepadanya apa yang telah kau katakan kepaku, Julie,” dan dia mulai menceritakan suatu cerita tentang tingkah lagu yang amat berbahaya dan mengecewakan, semuanya tidak pantas, khususnya bagi murid yang belajar di sekolah dengan harapan kelakuan yang amat baik. Saya takut mendengarnya lebih lanjut, mengetahui informasi ini dapat memaksanya untuk dikeluarkan dari sekolah. Tetapi sementara dia bicara, matanya terkunci kepada gurunya, dan dia tampaknya tahu dia akan aman saja. Pagi itu di ruang guru kelas, setelah dia tahu kelakuan Julie yang berbahaya dan telah menuntut kebenaran darinya, situasinya dapat saja mengarah kemanapun. Tetapi guru itu tidak langsung menghakimi. Dia tidak sendiri. Roh Kudus telah hadir bersamanya dan telah memberi masukan individu ini dengan sesuatu kebijakan yang tidak masuk akal. Ini tidak datang dengan tiupan terompet, tetapi kata-kata lama yang diingat guru ini selagi dia dengan sabarnya mendengarkan Julie. Jika kamu akan melakukan kesalahan, lakukan kesalahan pada sisi kasih karunia. Dan dia mengatakan kepadanya, ”Engkau adalah Anak Allah. Engkau sebagai muridku, juga adalah salah satu anak-anakku. Kita akan dapat melewati hal ini.”
KUTIPAN: Julie tampak gugup, matanya terpaku ke gurunya.
Susan Vlach, Torrance, California
Jum’at 23 Juni Biarlah Hujan EKSPLORASI Ef. 3:16–18 SIMPULAN Bila dunia disekeliling kita berantakan, Roh Kudus akan menjadi saluran kita yang lapang ke sorga. Dia merupakan tanda dua arah yang amat berkuasa yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan Allah dan Dia dengan kita. Garis komunikasi inilah yang telah menguatkan hubungan kita. Dan tanpa hubungan pribadi yang nyata dengan Allah, kita akan terperangkap dalam kekacauan dunia yang mematikan. Kita akan hilang. Dengan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan kita, kita akan mengalami kenyataan “Allah beserta kita” Kita tidak akan terperangkap oleh tipu daya setan atau apatisme dunia. Inilah hubungan kita dengan Roh Kudus yang akan menuntun kita melalui zaman akhir.
PERTIMBANGKAN Berdiri ditengah hujan. Pikirkan sifat penyegaran Roh Allah (Maz. 72:6). Bayangkan anda dipenuhi oleh Roh “hujan akhir” Bernyanyi atau mainkan lagu yang mengundang Roh Kudus masuk ke dalam hidupmu. Beberapa mencoba dengan “datanglah Roh Kudus”, “Roh Allah yang Hidup”, dan “Satu dalam Roh” Lakukan suatu doa semalam suntuk. Apakah sendirian atau berkelompok, luangkan waktu berkonsentrasi berdoa untuk Roh Allah dalam hidupmu dan untuk gereja seluruh dunia, khususnya pada zaman akhir. Siapkan suatu kit persiapan bencana (air, makanan, pakaian, radio, dsb) di rumah dan mobilmu. Bagaiaman Roh Kudus mempersiapkan kita untuk bencana dunia yang akan datang? Berikan suatu hadiah. Pertimbangkan signifikansi Roh Kudus yang dirujuk sebagai “hadiah” dalam Kisah 2:38,39. Jejaki dan gambarkan curah hujan tahunan didaerahmu. (coba www.vathena.arc.nasa.gov atau situs web cuaca lokalmu). Buatlah penjejakan gambar hujan Roh Kudus sepanjang Alkitab. Apa yang terjadi pada waktu pencurahan terbesar Roh?
HUBUNGKAN Glen Robinson, If Tomorrow Comes, chap. 17; G. Edward Reid, Battle of the Spirits, chap. 15; Morris L. Venden, Never Without an Intercessor, pp. 57–69.
Luan Miller, College Place, Washington
Para Penerjemah:
Daniel Saputra
|