Panduan Discover 25
Dapatkah Saya Menemukan Gereja Tuhan Sekarang?
Allah telah sering kali memberikan pesan khusus sesuai dengan kebutuhan dari
masing-masing generasi yang berbeda; pesan untuk menolong Adam dan Hawa setelah
kejatuhan mereka ke dalam dosa, pesan bagi penduduk bumi sebelum bencana air
bah, pesan bagi bangsa Israel mengenai ancaman dari bangsa Asyur dan Babilonia.
Yesus datang ke dunia dengan membawa pesan khusus bagi orang-orang pada jaman
itu, demikian juga Allah telah menyampaikan pesan khusus bagi kita sekarang.
Pasal 12 dan 14 dari kitab Wahyu menerangkan pesan Allah untuk kita. Dalam Panduan
DISCOVER ini pesan tersebut akan diulas.
1. GEREJA DIDIRIKAN OLEH YESUS
Kehidupan dan ajaran Yesus telah membangun satu kepercayaan dan hubungan yang
akrab di dalam gereja yang mula-mula didirikan-Nya. Para rasul telah membina
hubungan yang erat dengan Yesus Kristus yang telah bangkit. Paulus menggambarkan
ikatan erat tersebut seperti hubungan pernikahan: "Karena aku telah mempertunangkan
kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus"
(2 Kor 11:2). (Kecuali disebutkan secara khusus, semua ayat Alkitab dalam Panduan
DISCOVER adalah berasal dari Alkitab berbahasa Indonesia, terjemahan baru, terbitan
Lembaga Alkitab Indonesia). Menurut Paulus, gereja adalah seperti perempuan
yang suci, pengantin bagi Yesus, lambang dari gereja Kristus. Di dalam Perjanjian
Lama, metafora yang sama digunakan untuk menggambarkan bangsa Israel, umat pilihan
Allah. Tuhan berfiman kepada bangsa Israel: "seperti seorang pengantin
wanita engkau mengasihi aku" (Yer 2:2); "Aku telah menjadi tuan atas
kamu" (Yer 3:14). Kitab Wahyu juga menyatakan gereja seperti seorang perempuan:
"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan
matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah makhota dari bua belas bintang
di atas kepalanya (Why 12:1).
(1) Perempuan itu mengenakan jubah matahari. Ini
menggambarkan gereja yang bersinar seperti matahari karena berpakaian kemuliaan
Kristus. Yesus adalah terang dunia (Yoh 8:12), yang bersinar melalui anggota
jemaat-Nya, dan mereka kemudian menjadi terang dunia (Mat 5:14).
(2) Perempuan itu memiliki bulan di bawah kakinya. Bulan menggambarkan cerminan cahaya kebenaran
yang telah ditanam melalui penginjilan kristiani.
(3) Perempuan itu memiliki
mahkota di kepalanya dengan dua belas bintang. Bintang-bintang secara tepat
menggambarkan keduabelas rasul, orang-orang terhormat yang telah bersaksi tentang
terang Yesus yang bersinar pada hari kedatangan-Nya. Secara jelas, gambaran
perempuan ini menunjukkan bahwa Yohanes memiliki pemikiran mengenai transisi
dari umat Allah, Israel, dalam Perjanjian Lama, menuju gereja Kristen di Perjanjian
Baru yang telah dibangun oleh Yesus. Matahari, bulan, dan bintang menekankan
penginjilan gereja Kristen yang "memberikan terang" dalam membagikan
Kabar Baik.
2. DRAMA KEKALAHAN SETAN
Munculnya perempuan itu menjadi tanda dimulainya drama besar: "Ia sedang
mengandung dan dalam keluhan dan dalam penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak
kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor
naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh dan di atas
kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang
di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan
yang hendak melahirkan itu untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu
melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan
semua ngasa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya dirampas dan dibawa lari kepada
Allah dan ke takhta-Nya" (Wahyu 12:2-5).Tiga sosok kunci terlibat di dalam
drama ini:
(1) Perempuan, diidentifikasikan sebagai gereja Allah.
(2) Anak laki-laki yang lahir yang "dirampas dan dilarikan ke hadapan Allah
dan takhta-Nya", dan yang akan "menggembalakan semua bangsa."
Yesus adalah satu-satunya anak yang lahir di dunia ini dan dibawa ke hadapan
Allah dan takhta-Nya, dan yang akan memerintah segala bangsa.
(3) Naga yang menggambarkan Setan atau Iblis.
"Maka timbullah peperangan di surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang
melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka
tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar
itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia,
dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya"
(Wahyu 12:7-9). Gambaran ini menjadi jelas setelah kita mengerti lambang-lambangnya.
Ketika Setan dan malaikat-malaikatnya "kehilangan tempat di sorga",
mereka "dicampakkan ke bumi". Ketika Yesus lahir ke dunia, Setan berusaha
untuk membunuh-Nya, anak laki-laki itu, segera setelah Dia dilahirkan. Setan
gagal, dan Yesus "dilarikan" ke hadapan tahta Allah. Setan kemudian
merencanakan untuk memusnahkan gereja kristen yang telah didirikan oleh Yesus.
Rasul Yohanes, yang menulis Wahyu, melihat sekilas peperangan besar antara Kristus
dan Setan ini berkecamuk di muka bumi. Pada saat peperangan itu mencapai puncaknya
yaitu saat Yesus disalibkan, Yohanes mendengarkan suara dari sorga: "Sekarang
telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan
Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara
kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita" (Wahyu
12:10. Bandingkan dengan Yohanes 12:31, dan Lukas 10:18). Jesus memenangkan
peperangan tersebut dengan memutuskan untuk meminum cawan penyaliban tersebut.
Dengan itu, Dia meneguhkan kepastian dari rencana "keselamatan" dan
menyediakan "kuasa" untuk mengalahkan Setan. "Kerajaan Allah"
menjadi teguh, dan "wewenang" Juruselamat untuk menjadi Raja atas
segala raja juga diteguhkan. "Keselamatan sekarang sudah tiba" menyatakan
bahwa sejarah pemahkotaan telah tiba. Kelahiran Kristus, Juruselamat dunia,
telah terlaksana (ayat 5). Walaupun telah dicobai, Yesus hidup dengan kehidupan
yang tidak berdosa, mati dan bangkit untuk mengalahkan dosa dan kematian (ayat
10). Setan telah kalah untuk selamanya (ayat7-9). Salib itu ditinggikan dengan
kekuasaan yang penuh. Pengumuman "saatnya telah tiba" tidak hanya
menarik perhatian Yohanes, tetapi seluruh jagat raya: "Karena itu bersukacitalah,
hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi
dan laut! Karena Ibliss telah turun kepadamu dalam geramnya yang dashyat, karena
ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat" (Wahyu 12:12). Seluruh sorga merayakan
kemenangan Yesus. Kristus menghapuskan segala tuntutan Setan untuk mendapat
tempat di sorga dan Setan yang telah dikalahkan itu kehilangan kuasanya atas
dunia.
3. PERTENTANGAN GEREJA KRISTUS DENGAN SETAN
Sebelum Yesus terangkat ke surga Dia telah mendirikan gereja Kristen (dilambangkan
dengan perempuan). Kematian-Nya di kayu salib memberikan kuasa kepada gereja
untuk mengalahkan Setan. "Dan mereka (gereja Kristen) mengalahkan dia (Setan)
oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka; karena mereka tidak
mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut" (Wahyu 12:11). Kristus sekarang
mampu memberikan kuasa-Nya, buah-buah kemenangan, untuk gereja-Nya. Jesus telah
mengalahkan Setan di kayu salib, dan sekarang pun sedang mengalahkan setan melalui
umat-Nya. Tiga ciri yang menandai kemenangan gereja sepanjang abad kekristenan
adalah: (1) Mereka mengalahkan dia (Setan) dengan darah Anak Domba. Yesus diangkat
ke hadapan tahta Allah agar darah-Nya menjadi penuh arti di dalam kehidupan
para pengikut-Nya. Dia dapat menghapuskan catatan dosa kita, menyelamatkan kita
melalui tetesan darah-Nya (1 Yoh 1:7), dan memberikan kita kemampuan untuk menjalani
kehidupan kekristenan yang sehat dari hari ke hari. (2) Mereka tidak mengasihi
nyawa mereka sampai ke dalam maut. "Darah Anak Domba" membuat mereka
rela untuk mati demi Kristus; mereka tidak "takut pada kematian".
Allah telah begitu menderita, demikian juga orang-orang Kristen rela menderita
dan mati demi kebenaran. Bahkan anak-anak pun telah memberikan pelayanan yang
sangat berarti. Ada sebuah cerita mengenai seorang ibu Kristen yang dilemparkan
menjadi santapan singa di arena di Roma karena dia menunjukkan kesetiaannya
kepada Kristus dan bukan kepada negara. Putrinya yang masih muda, bukannya menjadi
mundur ketakutan, tetapi merasakan penyerahan penuh tumbuh dalam hatinya. Pada
saat singa-singa tersebut menerkam ibunya, dia berdiri dan berteriak, "Aku
juga seorang Kristen". Tentara Roma menangkap dia dan melemparkannya ke
binatang-binatang yang kelaparan tersebut. (3) "Mereka mengalahkan dia
(Setan)
melalui kata-kata dari kesaksian mereka." Bukan kata-kata
tetapi kesaksian mereka.-- Kesaksian hidup mereka, saksi hidup atas kuasa Yesus
dan Injil-Nya. Dalam masa kegelapan bagi kekristenan, laskar Kristus - dari
gereja Protestan mula-mula sampai para reformator - mengalahkan segala kekejaman
yang paling buruk yang setan bisa lakukan, hanya dengan kekuatan kesaksian kehidupan
mereka. Wahyu 12:11 menggambarkan sebuah gereja yang penuh kemenangan yang dipenuhi
dengan para pemenang: rasul, orang yang mati demi kebenaran, reformator, dan
orang-orang kristen yang setia lainnya. Kebaikan, kesetiaan, semangat, dan kemenangan
mereka telah menggetarkan dan mempengaruhi dunia selama berabad-abad. "Sejak
setan gagal mengalahkan Yesus ketika hidup di dunia ini, dia sekarang berusaha
untuk menghancurkan Yesus yang berada di dalam gereja-Nya. Ketika naga melihat
bahwa dia dicampakkan ke bumi, dia mengincar perempuan yang telah melahirkan
Anak Laki-laki tersebut. Perempuan itu diberikan dua sayap elang, agar dia dapat
pergi ke tempat yang telah disediakan baginya, tempat di mana dia dijaga untuk
satu masa, dua masa dan setengah masa, jauh dari jangkauan ular itu. Kemudian
dari mulutnya, ular itu mengeluarkan air seperti sungai, untuk membawa pergi
perempuan itu. Tetapi bumi membantu perempuan itu dengan membuka mulutnya dan
menelan sungai yang dialirkan oleh naga itu" (Wahyu 12:13-16). Seperti
telah dinubuatkan, selama Masa Kegelapan bagi kekristenan, Setan mengirimkan
"sungai" penganiayaan untuk membinasakan gereja. Setan hendak menghancurkan
pengaruh Kristus dengan cara membunuh gereja-Nya dan menggunakan segala macam
cara. Naga itu melambangkan setan. Tetapi ingat bahwa setan menggunakan lembaga
manusia dalam perannya untuk menyerang umat Allah. Dia gunakan raja Roma, Herodes,
untuk membunuh Yesus. Dia bekerja melalui musuh-musuh Kristus yang selalu mengawasi
dan mencemooh sang Juruselamat, dan akhirnya memastikan kematian-Nya di kayu
salib. Tetapi kemenangan setan tersebut telah menjadi kemenangan Yesus yang
terbesar. Dengan amarah yang besar karena kekalahannya di kayu salib, Setan
menyerang gereja yang telah didirikan oleh Kristus. Selama berabad-abad setelah
penyaliban Yesus, ribuan orang kristen harus mati di arena Colosseum Roma, di
pusat-pusat kota, penjara, dan padang belantara. Awalnya kekuasaan non-gereja
memulai penganiayaan ini. Tetapi setelah kematian para rasul sebuah perubahan
pelan-pelan menjalari gereja. Pada abad pertama, ketiga dan keempat, banyak
orang dalam gereja yang mulai merubah kebenaran yang telah diajarkan Kristus
dan rasul-Nya. Beberapa pemimpin gereja bahkan mulai menerapkan penyiksaan atas
mereka yang tetap berkeras untuk menjaga kemurnian isi Perjanjian Baru. Penelitian
memperkirakan bahwa sekitar 50 juta orang-orang yang setia telah binasa. Sebagai
usaha untuk menenggelamkan dan menghancurkan gereja, Iblis mengirimkan "sungai
penganiayaan" untuk menyapu bersih gereja dengan kekerasan. Tetapi bumi
menolong perempuan itu (gereja) dengan cara
menelan "sungai
penyiksaan" tersebut termasuk juga doktrin-doktrin palsu. Selama penganiayaan
di abad pertengahan ini, orang-orang benar yang tidak mau menerima ajaran palsu
itu keluar dari gereja yang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin rohani yang sudah
tidak mengajarkan ajaran yang benar lagi, dan mereka mengungsi "ke padang
belantara, tempat yang telah disediakan untuk mereka (disediakan bagi perempuan
itu) oleh Allah untuk dilindungi selama 1,260 hari" (ayat 6). Nubuatan
ini dipenuhi selama 1,260 tahun masa penganiayaan dari 538 SM sampai 1798 M
(satu hari sering disimbolkan sebagai satu tahun dalam nubuatan Alkitab, lihat
Yehezkiel 4:6). Selama masa kegelapan ini, orang Kristen yang setia dan percaya
kepada Alkitab bisa menemukan tempat yang aman untuk pengungsian; contohnya,
di lembah Waldensia di bagian barat Italia dan bagian timur Perancis, dan di
gereja Celtic di Inggris.
4. GEREJA KRISTUS DI MASA KINI
Kejadian itu membawa kita kepada masa kini --kepada gereja Kristus yang benar
sejak 1798. Seperti yang diperkirakan, sang Naga itu masih marah terhadap umat
Allah. Perang besar yang tidak terlihat masih berlangsung. Faktanya, Setan melancarkan
serangan terbesarnya terhadap gereja sebelum kedatangan Yesus kedua kali. "Kemudian
marahlah naga (iblis) terhadap perempuan itu dan pergi memerangi keturunannya
yaitu yang menurut hukum-Nya dan memegang kesaksian Yesus" (Wahyu 12:17).
Nubuatan ini terpusat di jaman kita sekarang ini. Setan marah; dia memerangi
"keturunan" perempuan itu yaitu umat Allah "yang masih tersisa"
di jaman sekarang. Perhatikan tanda identitas mereka: (1) Orang-orang percaya
ini memegang kesaksian Yesus. Dengan setia berdasarkan ajaran murni dari Firman
Allah, mereka mengabarkan kesaksian tentang Yesus Kristus melalui kehidupan
kristen yang dinamis. (2) Orang-orang percaya ini adalah kelompok yang bernubuat.
Dengan menerima kesaksian Yesus, Yohanes mampu menulis buku Wahyu (Wahyu 1:1-3).
Umat yang sisa yang dinubuatkan adalah mereka yang menerima pemberian yang sama:
karunia nubuat yang langsung dari Allah melalui hamba-hamba-Nya terdahulu. Karunia
nubuat yang mereka terima itu memusatkan pekabaran firman Allah sebagai tugas
dan misi terakhir mereka. (3) Orang-orang Kristen jaman akhir ini adalah juga
dikenal sebagai "orang-orang yang menurut hukum Tuhan." Mereka tidak
hanya mempertahankan kemurnian dari Sepuluh Hukum, tetapi juga menurutinya.
Kasih Allah di hati mereka memberikan penurutan yang sejati (Roma 5:5; 13:8-10).
Orang-orang percaya jaman akhir ini mengikuti teladan Kristus dan gereja mula-mula
dalam menuruti perintah Allah. Hal ini benar-benar membakar amarah sang Naga
si Iblis. Dan dia mengadakan peperangan terhadap "keturunan terakhir dari
perempuan itu" karena mereka memberitakan kesaksian bahwa kasih kepada
Tuhan menghasilkan umat yang menurut. Yesus menyatakan: "Jikalau engkau
mengasihi Aku, turutlah segala perintah-Ku" (Yohanes 14:15). Kehidupan
orang-orang percaya jaman akhir ini menunjukkan bahwa sangatlah mungkin untuk
mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri
sendiri. Menurut Yesus, nilai mengasihi Allah dan sesama, terangkum dalam Hukum
Sepuluh Allah (Matius 22:35-40). Hukum yang ke-empat memerintahkan kita untuk
memelihara hari Sabtu, hari yang ketujuh dalam satu minggu, sebagai hari Sabat
hari Perhentian. Dan karena kasih Yesus telah menorehkan Sepuluh Hukum tersebut
ke dalam hati mereka, orang-orang percaya ini adalah para pemelihara hari Sabat.
Hari Sabat adalah inti utama firman Allah bagi umat-Nya dalam Wahyu, pasal 12,
dan 14:6-15. Semua kekuatan surga diarahkan kepada umat Kristen jaman akhir
seperti yang digambarkan dalam pasal-pasal ini. Juruselamat yang hidup adalah
sebagai pendamping mereka yang tetap, dan Roh Kudus bekerja untuk "menguatkan
mereka dengan kuasa dari dalam diri". Janji itu pasti. Mereka akan mengalahkan
Setan "dengan darah Anak Domba dan melalui firman yang keluar dari nubuatan
mereka" (Wahyu 12:11). Apakah engkau mau menjadi salah satu dari orang-orang
Kristen jaman akhir ini "yang menurut hukum Allah" dan "memegang
kesaksian Yesus" ? Mengapa tidak buat keputusan sekarang ?
Hak cipta © 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053
Lembar Jawaban
|